Hari Anak Nasional (HAN) 2020

Hari Anak Nasional (HAN) 2020
Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli. Namun, perayaan HAN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena ditengah suasana Pandemi Covid-19, akan tetapi tidak menyurutkan Semangat Anak-Anak Indonesia untuk bermain, belajar, berkreatifitas untuk mewujudkan cita-citanya.
Nah Tugas kita yang telah melewati masa kanak-kanak Ayo bimbing mereka untuk menjadi anak yang Cerdas, Sehat dan Gembira.
Anak adalah Aset Generasi penerus bangsa ini, dimasa yang akan datang mereka yang meneruskan cita-cita kemerdekaan indonesia. maka dalam memeperingati Hari Anak Nasional (HAN) ini penulis mengajak untuk sama-sama kita dukung apapun yang menjadi cita-cita anak-anak indonesia, karena masa depan Indonesia ada dipundak mereka, dan kita harus melindungi anak-anak indonesia terutama dari kekerasan, atau pun korban perbudakkan untuk mendapatkan uang, Karena sangat miris ketika anak-anak menjadi korban kekerasan, ataupun menjadi budak yang harus menghasilkan uang, sedangkan tugas mereka adalah Bermain, Belajar, BerKreasi untuk menikmati masa kanak-kanak dengan Riang Gembira.
Adapun Pernyataan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga menegaskan bahwa Perlindungan anak bukan tanggung jawab salah satu pihak saja. Kerja sama semua pihak, mulai dari negara, pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, hingga keluarga dan orangtua anak dibutuhkan untuk melindungi 79,5 juta anak Indonesia. "Perlindungan anak tidak menjadi tanggung jawab salah satu pihak tapi tanggung jawab bersama. Ke depan, mari bergandengan tangan kita akan bisa menyatukan kekuatan untuk melindungi 79,5 juta anak Indonesia yang merupakan aset bangsa," ujar Bintang saat konferensi pers Hari Anak Nasional (HAN) 2020 secara daring, Rabu (22/7/2020).
Sejarah Hari Anak Nasional
Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati hari ini mempunyai sejarahnya tersendiri. Tanggal peringatan hari anak di Indonesia sempat beberapa kali mengalami perubahan. Hingga akhirnya, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 44/1984 yang memutuskan bahwa Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Mengapa 23 Juli? Pemilihan tanggal ini diselaraskan dengan pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979. Peringatan HAN diselenggarakan dari tingkat pusat hingga daerah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak. Sejarah Hari Anak Nasional bermula dari pencetusan Hari Kanak-Kanak Indonesia di era Presiden Sukarno (Orde Lama) yang berproses cukup rumit, hingga nantinya diganti oleh Presiden RI ke-2 Soeharto pada 1984. Peringatan hari anak di tanah air merupakan gagasan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Kowani adalah organisasi kaum perempuan Indonesia yang embrionya tercetus sejak Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928, atau beberapa pekan setelah Sumpah Pemuda. Kowani, yang diresmikan tahun 1946, dalam sidangnya pada 1951 memutuskan beberapa kesepakatan. Salah satunya, menurut artikel dalam Majalah Rona (1988), adalah mengupayakan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional. Upaya tersebut ditindaklanjuti dengan digelarnya Pekan Kanak-Kanak pada 1952. Dalam kegiatan ini, anak-anak berpawai di Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Sukarno. Dalam Sidang Kowani di Bandung yang dihelat pada 1953, Pekan Kanak-kanak Indonesia dirumuskan lebih serius lagi. Kegiatan itu akan rutin dilaksanakan setiap pekan kedua bulan Juli, atau saat liburan kenaikan kelas. Rekomendasi ini disetujui oleh pemerintah. Penetapan itu dinilai tidak memiliki makna dan nilai historisnya karena tidak merujuk kepada tanggal atau momen tertentu. Maka, dalam Sidang Kowani di Jakarta pada 24-28 Juli 1964, muncul berbagai usulan mengenai kapan tepatnya peringatan untuk hari anak-anak di Indonesia. Pada 1959, dikutip dari artikel “Mencari Jejak Hari Anal” tulisan Budi Setiyono dalam Historia.id (22 Juli 2018), pemerintah akhirnya menetapkan tanggal 1-3 Juni untuk memperingati hari anak di Indonesia, bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Anak Internasional pada 1 Juni. Presiden Sukarno seringkali hadir dalam perayaan hari anak ini. Maka, atas usulan Kowani, tanggal 6 Juni ditetapkan sebagai Hari Kanak-Kanak Indonesia. Alasannya, selain bertepatan dengan hari lahir Bung Karno (1 Juni 1901), tanggal ini juga berdekatan dengan perayaan Hari Anak Internasional. Persoalan timbul lagi setelah runtuhnya Orde Lama dan usainya kekuasaan Sukarno. Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto berusaha menghapus semua kebijakan yang lekat dengan rezim sebelumnya, termasuk mengenai peringatan Hari Kanak-Kanak Indonesia yang memang bertepatan dengan hari lahir Sukarno.
Peringatan Hari Anak Nasional adalah untuk memberi Semangat anak-anak Indonesia.
Dalam akun Instagramnya Presiden Joko Widodo turut memberikan ucapan di Hari Anak Nasional Pak Presiden menuliskan,
"Lebih 70 juta anak Indonesia merasakan dampak pandemi Covid-19. Mereka tak bebas bermain bersama kawan sebaya, dan sebagian harus belajar dari rumah. Mereka harus terlindungi. Di pundak anak-anak ini, terpanggul harapan akan Indonesia maju. Selamat Hari Anak Nasional 2020."
Adapun Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan
"Ingatlah masa-masa ini sebagai sejarah hidupmu ke depan di mana kalian bertahan, belajar bangkit, dan menjadi pahlawan dalam kehidupan. Tetap ceria dengan caramu dan semangati orang-orang di sekitarmu. Kalian harapan ayah dan bunda, Kalian harapan bangsa, Kalian masa depan Indonesia, Selamat Hari Anak Nasional 2020 Anak Terlindungi, Indonesia Maju #AnakIndonesiaGembiradiRumah"
Anak bukanlah hanya sekedar menjadi tumpuan keluarga akan tetapi menjadi secercah harapan bagi kemajuan bangsa, sebuah bangsa yang besar akan memiliki sikap terhadap anak sebagai penerus bangsa ini. Marilah kita bersama-sama memberikan Hak bagi anak-anak Indonesia jangan sampai anak-anak kehilangan masa kanak-kanaknya sebelum pada waktunya.
Selamat Hari Anak Nasional 2020.
Semangat dan selalu Gembira menikmati masa kanak-kanakmu.
Tumbuh dan Berkembang dengan Baik Masa Depan Indonesia.
Komentar
Posting Komentar