"Be The New You!" Wirda Mansur
"Be The New You!"
Wirda Mansur
Wirda
Salamah Ulya, atau lebih dikenal dengan Wirda Mansur adalah putri sulung dari
pasangan Ustadz Yusuf Mansur dan Siti Maemunah. Ia adalah anak pertama dari
lima bersaudara, dan mulai dikenal publik setelah menjadi duta Al-Qur'an di
Amerika di umurnya yang masih sangat muda. Wirda kerap berinteraksi dengan
followersnya di akun Instagram dan membagikan tips dan motivasi untuk anak muda
di kanal Youtube-nya.
Wirda mengenyam pendidikan formalnya hanya sampai kelas lima SD. Setelah itu, dia berhenti dan memfokuskan diri untuk menghafal Al-Qur'an di rumahnya. Ia juga sempat sekolah di Jordan untuk mendalami bahasa arab selama setengah tahun. Tak lama setelah itu, di usia 16 tahun ia terbang ke New York, Amerika Serikat dan bersekolah di Al-Mamoor serta mengajar tahfidz Qur'an pula disana. Sekarang, ia fokus berdakwah dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Ini
bukan Resensi Buku "Be The New You!" Karya Wirda Mansur. Jadi, kalau
yang mau cari resensi buku, kamu menyasar. Tapi biarpun kamu tersasar, kalau tetap
melanjutkan membaca tulisan ini, kamu akan tau rangkuman bagian atau isi yang
baik dari buku karangan Wirda Mansur ini.
Kita boleh kehilangan dia, tapi jangan sampai karena dia, kita jadi kehilangan
"Dia".
Mampukan
kita diamanashkan salah satu rahmat yang Allah berikan kepada kita?
Mampukah kita menjaga diri kita dengan amanah itu? Ya, rahmat cinta. Apalagi,
di usia remaja
Di
buki ini, Wirda Mansur nggak mau mengajakmu bergalau-galauan. Simpanlah masa
lalu cukup di belakang saja. Jangan lihat-lihat lagi, jangan nengok, apalagi
sampai ngubek-ngubek. Lupakan saja. Mari fokus memperbaiki diri, dan hanya
melihat ke depan.
Selagi
ada kesempatan hidup, selalu ada kesempatan untuk berubah. BE THE NEW YOU.
#What My Past Has Taught Me
Pertolongan
Allah satu-satunya yang kita harapkan
Gue
percaya bahwa perjalanan hidup itu tidak selalu mulus, Ada banyak sekali
ranjau, kerikil, bebatuan, jurang, dll yang harus kita lalui. Ya namanya juga
hidup. Kalau gak begitu nggak merasakan nikmatnya hidup. Nikmatnya dimana saat
kondisi kita sedang serbasulit, serbasusah,? Justu, terkadang di sanalah
Pertolongan Allah, menjadi satu-satunya yang kita harapkan.
Namun,
apakah kita harus terkena benturan dulu, harus ngerasain susah dulu, baru
belajar mengenal Allah? Baru mendekatkan diri ke Allah ? Enggak, dong. Mustinya
dari sekarang, kita sudah bergerak ke Allah saja. Agar tidak perlu merasakan susah. Asalkan selalu dekat
denganNya.
#Learn How
To Love Yourself fisrt
Many people
failed in life because they didn’t put themselves
In the first
place.
Bukan
maksudnya tidak mempedulikan orang lain, tetapi kita juga harus tahu nilai dari
diri kita itu apa. Begitu ada sesuatu yang menimpa, jangan langsung menyalahkan
diri sendiri. Itu cuma bikin lo tambah sedih. Instead, Iearn from those mistakes.
I
Was Disappointed by Myself
Gue
pernah ada dititik ketika gue sangat sangat sangat kecewa sama diri gue. Atas
apa yang telah gue lakukan. Karena menurut gue, with all these abilities that Allah gave to me, I cound’ve done
anything better than this! Namun,
Manusia itu perlu yang namanya kekecewaan, kesedihan, asal itu menjadi
pendongkrak bagi dia supaya lebih tegar. Karena Allah itu sangat THE WINNER.
Saat kita berdo'a, Allah tidak langsung mengabulkan. Kenapa ? Ya, lihatlah
bagaimana Allah mendewasakan kita dengan kesabaran. Jika kita mampu menerima
dan menjalani itu semua dengan lapang dada. Percaya aja. we will
get something better than before. Kalau kita tiap minta dikit,
dikasih, minta dikit dikasih, maka belum tentu kita melalui proses "Pendewasaan"
tersebut.
But, anyway. Yes, gue pernah merasa kecewa dengan diri gue.
Melihat banyak sekali DM atau komentar orang yang bilang "Pengen jadi
Wirda, deh" bla bla bla. itu bikin gue sedih banget
"I'm not worth it," kata gue dulu, Gue bener-bener rapuh.
Tapi, as soon as I see the world differently, ketika gue melihat dunia
dengan cara pandang yang berbeda, banyak hal yang bisa gue pelajari.
Pertama, gue itu worth it, kok! Semua orang didunia ini worht it.
Kedua, gue mikirnya " If I'm drowning in a sadness, then I will miss a
lot of opportunities in lif". Jika gue tenggelam, hanyut, dan
berfokus pada kesedihan, gue akan kehilangan banyak kesempatan di dunia
ini.
Ketiga, "I should know mu value I have to love myself." Setiap
manusia Allah berikan kelebihan dan kekurangan. Itu pasti. Allah tidak
menciptakan satu manusia sama dengan manusia lainnya. Lah, kalau kembar gimana?
Ya, kembar kan hanya wajahnya saja. Tapi, tetap, personality-nya
berbeda.
Allah menciptakan kita sepeti itu, untuk saling melengkapi satu sama lain.
Nggak ada orang yang sempurna di dunia ini. Namun, dengan kita tahu value dari
diri kita, daripada berfokus pada hal yang kita nggak bisa, lebih baik fokus
dengan hal yang kita bisa.
So, mulai sekarang ubahlah kata-kata negatif yang selama ini keluar dari
mult kalian. Atau, bahkan, cuma bisikan kecil dari otak, atau kata hati,
Hal-hal yang kita pikirkan lalu kita tulis, apalagi diucapin, itu bakal
kejadian. Jadi, mulailah memproklamasikan diri kalian sebagai The WInner ,
Happy Gils/Happy Guy.
"APA YANG KITA TULIS, IT REFLECT WHO WE ARE"
Belajar Menerima itu Mahal.
Walaupun membutuhkan waktu yang lama. pada akhirnya, hasil dari usaha memang nggak ada yang cuma-cuma.
Jika kita punya musuh lalu dihajar abis-abisan, terima aja. Dihajar abis-abisan tuh maksudnya difitnah, dikatain, disudutkan, diomongin, terima aja, Ntar, mereka merasa menang, merasa hebat. Biasanya, kita malah nggak mau membiarkan mereka sampai merasa puas dan menang atas kita.
Tapi, jika kita menerima itu semua, sesungguhnya, kita yang menang. Ini nih kayak teknik silat.-Silat apaan, yak? Gue lupa namanya, hahaha. Begitu dihajar kanan kiri, kita terima. Tapi setelah itu, baru deh kita kumpulin tuh segala daya kekuatan kita, pikiran kita, jiwa kita, kemudian BBOOOOMMM! Satu pukulan, KO semua. Begitu, Bos.
kalau mainnya begitu dihajar, hajar balik, ditendang, langsung tendang balik, ya capek dong. Capek. Tenaga kita udah keburu abis duluan nih, karena dipakai buat ngeladenin tuh orang. Jadi, kalau mau main cantik, tapi powerfull, ya dengan cara yang tadi gue bilang. Itu sedikit cerita dari buku yang Wirda tulis “judul buku” , Tapi kalo buat Gue (penulis) hampir sama sih, hal itu yang gue lakuin kalo gue diomongin, difitnah dll, Omongan orang yang begitu gue jadiin motivasi buat diri gue, kalo bisa beli aja dah omongan tuh orang. Terima aja mau di omongin kayak apa juga yang penting kita gak sesuai dengan apa yang mereka omongin. jangan sampe ganggu ketenangan hidup lo, apa lagi sampe bikin lo dwon dengan apa yang lagi lo perjuangin, jangan takut. cukup siapin kuping aja yang tebel hahaha dan Jangan lupa Buktiin dengan Cerdas dan Bijak Gais.
Beberapa kutiapan dari isi Buku “Be The New You!” Karya Wirda Mansur.
Semua itu Butuh Proses.
"Satu lagi, semua itu butuh proses. Dan, kita sangat
perlu, yang namanya merasakan proses, atau berproses. Nggak ada yang instan.
Semua butuh keyakinan, coba lagi dan coba terus, sabar, naik step by step,
hingga akhirnya sampai juga, deh. Dan, kita perlu bersabar" Be The New
You! Halaman 136
Serahkan Hasilnya ke Allah
"Hasilnya mau bagaimana, kita serahkan saja ke Allah.
Sing penting? Yakin, pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita
semua" Be The New You! Halaman 139
Jangan membuang waktu.
"Membuang-buang waktu untuk hal yang nggak bermanfaat,
itu juga termasuk maksiat" Be The New You! Halaman 167
Jangan Suka Ngeluh
"Hikmahnya Apa? The Journey of sabar. The journey of
never ngeluh, nggak pernah ngeluh, hehe. The journey of believe in Allah. Percaya
sama Allah. Ain't no end, for Allah" Be The New You! Halaman 207
Doa dan Masalah
"Masalah itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Tapi, kita doa dah, semoga hidup kita nggak bermasalah-masalah amat" Be The New You! Halaman 228
"Jangan pernah bosen, jangan pernah suntuk, dalam
berdoa" Be The New You! Halaman 228
Itulah sebagian kutipan-kutipan dari Bukunya Gais.
Kalo Kepo beli aja ya bukunya, dan banyak kok buku karya Wirda yang lainnya.
Terimakasih gue sampaikan buat Sosok Inspiratif Anak Muda Milenial Keren yang terus mencoba menjadi Bermanfaat dan mengajak kaum Milenial untuk selalu Berfikir kedepan, dan Berjuang dengan apa yang dicita-citakan, gak gentar sama omongan orang.
Semoga Lo Sukses Wir, Jangan berhenti menjadi Orang yang Bermanfaat ya, Wirda Mansur.
Selamat Berjuang buat kita semua. Semoga Kesuksesan menyertai kita.
Salam dari Gue,
Fuji Nur Pauziah






MashaAllah, keren kaa ✊😊
BalasHapusTerimakasih dek 😊
Hapus