HBH MUBADALAH
MUBADALAH
Inspirasi Keadilan Relasi
HALAL BI HALAL
MUBADALAH
Selasa, 16 Juni 2020.
Live Akun Facebook Mubadalah, Akun YouTube Cak Maksyur dan
di Zoom.
Dalam acara HBH Mubadalah ini sangat special sekali bagi
penulis, karena Mubadalah telah menghadirkan Tokoh Panutan, Inspiratif
diantaranya yaitu Buya KH.Husein Muhammad, Ibu Nyai Masriyah Amva, Menteri
Agama RI ke-22 Pak Lukman Hakim Saifudin, Ning Alissa Qotrunnada Munawaroh
Wahida atau Ning Alissa Wahid, Ibu Nyai Dr. Nur Rofiah, Pak Kiayi Faqih Abdul
Kodir, Mbak Kamala Candrakirana, Ning Ienas Tsuroya beserta suami Gus Ulil
AbsarAbdala, Mbak Kalis dan Suami Mas Agus Mulyadi, Mbak Vina Adriyany dan
Suami Mas Kurniawan Saefullah dan para Sahabat Mubadalah dari berbagai penjuru dunia.
Acara Halal Bi Halal Mubadalah ini di pandu oleh dua Host
Kece yang tidak asing lagi yaitu Bang Dul dan Teh Nurul (Teh Beu), selanjutnya
kita mendengarkan Sekapur Sirih dari Guru Mubadalah yaitu Buya K.H Husein
Muhammad.
Untuk selalu memperlakukan semua orang lain sebagaimana kita
ingin diperlakukan.
Basisnya adalah Cinta Kasih atau Rahmatan lil’alamin,
Maknanya CInta Kasih mendorong kita untuk mendorong kita bekerja tanpa lelah,
menghapus penderitaan sesame manusia, meletakan orang lain sebagaimana meletakan
diri kita sendiri, serta menghormati kesucian setiap manusia lain,
memberlakukan setiap orang tanpa terkecuali ingin kesetaraan, keadilan, dan
kehormatan.
5 Dalil yang disampaikan oleh Buya Husein, mengapa kita harus
melakukan hal seperti ini, yaitu,
1. 1. Cinta dua orang tidak bisa sempurna sampai
masing-masing mengatakan Kau adalah Aku.
Ulama Sufi dalam Puisinya.
Abu Abdullah Husain Bin Mansur
al-Hallaj,
Ruh Mu adalah Ruh Ku,
Bila Sesuatu Menyentuh Mu Iia Menyentuhku,
Maka Kau adalah Aku.
2. 2. Setiap Orang Ingin Pilihan atau Pandangan
Hidupnya dihargai, Maka seyogyanya ia menghargai pilihan atau pandangan hidup
orang lain.
3. 3.Cintailah orang lain, sebagaimana engkau
mencintai dirimu sendiri, Kau akan benar-benar menjadi seorang mukmin yang
baik.
4. 4.Perlakukan Orang lain sebagaimana engkau ingin
diperlakukan, Jangan perlakukan orang lain dengan cara yang tidak anda inginkan
untuk diri anda sendiri.
5. 5.Jangan rendahkan ataupun dan siapapun, Karena
Tuhan tidak merendahkannya saat Dia menciptakannya.
Pola Relasi Kesalingan seperti ini, hanya bisa dijalankan
dengan Dasar Prinsip Kesetaraan dan Keadilan, bukan Dominasi, Subordinasi satu
atas yanglain.
Perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan dan Gender yang
dimaksudkan atas dasar dan jalan menuju terciptanya hubungan kesalingan, antara
laki-laki dan perempuan dari berbagai aspek kehidupan. Relasi saling
menghormati, saling menolong, bekerjasama,saling melindungi, saling berbuat
baik dan santun, saling mencinta,dan saling membahagiakan.
Dalam HBH Mubadalah ini Buya Husein Muhammad menyampaikan ia
merasa bangga karena telah lahir generasi-generasi baru yang akan melanjutkan
gagasan-gagasan dan gerakan mubadalah di masa yang akan datang.
Pembukaan yang sangat keren dan luar biasa yang disampaikan
Buya Husein, menjadi Refleksi diri untuk kita berfikir dan memahami makna
setiap dalil yang buya sampaikan, Semoga kita belajar untuk menerapkan dalam
kehidupan kita agar terwujudnya Prinsip Mubadalah atau Ketersalingan.
Ibu Nyai Dr.Nur Rofiah adalah Founder Ngaji KGI (Keadilan
Gender Islam) turut hadir dalam HBH Mubadalah ini, Ibu Nur Rofiah menyampaikan Analisis
Gender atau Analisis Mubadalah harus mengakses, mengcontrol, berpartisipasi,
dan mendapatkan manfaat dari keadilan. KGI membangun kesadaran tentang keadilan
hakiki perempuan yang ditandai dengan pengalaman bilogis perempuan 5 ciri yang
khas di diri perempuan yaitu Menstruasi, Mengandung, Melahirkan, Nifas,
Menyusui, yang dari sana nya sudah sakit tidak boleh makin sakit. Sesuatu tidak
bisa di sebut adil jika membuat pengalama biologis perempuan yang dari sana nya
sudah sakit tidak boleh makin sakit. Untuk sampai pada keadilan hakiki
perempuan kalau membuat pengalam sosial perempuan mengalami stigmasisasi,
subordinasi, marginalisasi, kekerasan dan beban ganda. Jika masih ada hal yang
seperti itu maka tidak bisa disebut adil.
Dan sesuatu bisa disebut kemaslahatan hakiki kalau tidak penyebabkan
pengalaman biologis perempuan semakin sakit atau perempuan mengalami salah satu
pengalam sosial yang 5 (stigmasisasi, subordinasi, marginalisasi, kekerasan dan
beban ganda). Mubadalah dan Keadilan Hakiki adalah bersinergi, Mubadalah yaitu
laki-laki dan perempuan adalah menjadi Subjek penuh kehidupan maka dua-duanya
wajib mewujudkan kemaslahatan sekaligus menikmatinya.
Kesadaran Mubadalah dan Kesadaran Keadilan Hakiki sama-sama
penting ditumbuhkan, Dan Mubadalah jangan berhenti sebagai issue tapi harus
menjadi Persefektif. Prinsip Mubadalah dan Prinsip Keadilan Hakiki harus saling
bersinergi untuk mewujudkan Kesalingan dan Keadilan.
Bagaimana keren kan? baru dua Pemateri saja sudah Luar
biasa, Tenang masih banyak lagi Ilmu
yang di dapatkan di HBH Mubadalah, dan selanjutnya yaitu
Ning Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida atau Ning Alissa
Wahid turut menyampaikan banyak orang punya ide tapi tidak bisa menjadikan
gerakan, dan ada yang membangun gerakan tetapi tidak mempunyai konsep atau
kerangka berfikirnya untuk menjadi gerakan tersebut, tetapi Mubadalah sudah
lengkap ada konsep dan ada gerakannya, Suku
dibentuk oleh kesamaan ideology, bukan lagi kesamaan tempat tinggal, dan yang
disebut Suku adalah kesamaan minat, atau kesamaan nilai-nilai atau kesamaan
berfikir, dan inilah lahir Suku baru yaitu Suku Mubadalah. Mubadalah mempunyai
kekuatan cara pandang mudah dibawa dan menjadi cara berfikir dan menjadi cara
pandang dan menjadi gagasan dan gerakan yang meluas.
Pada Tahun 2012 Ning Alissa di LKKNU DIY (PW NU DIY) mencari-cari
konsep Keluaraga seperti apa untuk mewujudkan Keluarga Maslahah, LKKNU DIY
mengundang Kiayi Husein Muhammad, dan menemukan konsep Mubadalah dan konsep-konsep
dari para Kiayi-kiayi NU dan terbentuk Konsep Keluarga tangguh ala NU, dan di
aplikasikan melalaui Bina Keluarga Sakinnah, atau Bimbingan Perkawinan di
Kemenag RI.
Kamala Candrakirana atau Mbak Nana menyampaikan bahwa Kesalingan
bukan hanya saling menghargai saja, tapi kesalingan dalam kerentanan kita
sebagai manusia peradaban, hubungan manusia dengan manusia lainnya dalam sistem
ekonomi dan sistem sosial begitu cepat menyebar dari satu ke yang lain.
Sehingga kesalingan melihat dimensi saling menghargai, dan Dimensi betapa saling bergantungnya kita baik
dalam kebaikan maupun dalam kerentanan, maupun dalam kesulitan baik secara
fisik, ekonomi,dan secara sosial. Dalam situasi Covid ini Relasi yang timpang
mewujudkan diri yang paling rentan adalah mereka korban ketidkadilan itu
sendiri. Ketidakadilan pada ekonomi, sosial dan politik berdampak pada
meningkatnya kerentanan dari mereka yang paling lemah dan paling terpinggirkan.
Gagasan kesalingan menjadi salah satu hal yang membantu kita sebagai sesama
manusia menjadi pedoman untuk memahami kesalingan ini adalah untuk saling menghargai, dan saling keluar
dalam keretaan yang dialami saat ini.
Pandemi ini memberikan pembelajaran kepada kita bahwa sangat
penting ketersalingan ini, betapa besarnya gagasan mubadalah, dan Gerakan
Mubadalah bukan hanya konsep tetapi Gerakan, Gerakan ini Hidup karena generasi
muda, dan itu adalah anugerah karena anak muda generai milenial yang akan
memberikan jalan untuk mewujudkan Gerakan Mubadalah ini, bukan hanya Gerakan
keagamaan tetapi Gerakan Budaya , Kaum Milenial atau anak muda Menghidupi dan
Menghidupkan Gerakan Mubadalah, Ia adalah Teladan untuk mewujudkan bahwa ada
Relasi Kesalingan bukan menciptakan kerentanan tetapi menjadi Kebahagiaan untuk
semua.
New Normal adalah kesalingan yang membahagiakan itu,New Normal jangan hanya sibuk prihal masker dan sibuk cuci tangan saja, New Normal adalah Pola Relasi dan Imajinasi Kesalingan yang mencakup bukan hanya relasi antar manusia tetapi antar bangsa sedunia, dan antar manusia dan alam.
Jangan Bosan dulu ya membaca tulisan ini, karena belum
selesai Gaes. Selanjutnya yaitu Short Talk Show Couple Goals Mubadalah yang di
pandu 2 Host pasangan Mubadalah yaitu Mbak Hijroatul Maghfiroh dan Mas Malik
Riduan, dan Couple Goals Mubadalahnya
adalah Pasangan Fonomenal yaitu Pak Lurah (Gus Ulil Abdar Abdala) & Mbak
Admin (Ning Ienas Tsuroya), Mbak Kalis Mardiasih & Mas Agus Mulyadi, Mbak
Vina Adriany & Mas Kurniawan Saefullah.
Pernikahan tidak bisa dibandingkan antara satu pasangan
dengan pasangan lain, Prinsip saling menghormati termasuk dengan Prinsip
memberikan Ruang bagi masing-masing untuk tetap tumbuh dan mengaktualisasikan
potensi dirinya. Istri dan Suami mempunyai Cita-cita, Tips Keluarga Mubadalah
yaitu Negosiasi yang tanpa ada ujungnya, atau Negosiasi Tanpa Henti. Karena
Pernikahan menjadi Rumah Bersama untuk tumbuh bersama sama-sama muwujudkan
cita-cita bersama.
Dan penulis sangat terharu ketika Pak Kiayi Faqih membacakan
IKRAR KEBON JAMBU (tentang Keulamaan Perempuan Indonesia) membuat penulis cukup
merinding, Harapan penulis semoga Generasi Mubadalah akan terus tumbuh dan
menjadi tauladan kepada masyarakat.
Diakhir penutup HBH Mubadalah Pak Kiayi Faqih dan Istri
mengumandangkan Syair yaitu :
Jaga Hati, Jaga Relasi
Jangan kau nodai, Jangan Khianati
Bila Hati sudah bersih
Penuh Cinta, buang Benci
Jaga Istri, Jaga Suami
Jangan Kau Sakiti, Jangan Tak Peduli
Saling Sayang, Saling Jaga
Lalu Saling Melayani.
*
Bila Relasi, Adil Mengayomi
Mudah Sinergi, Tidak Hirarki
Kerjasama Saling Jaga
Tua Menyayangi, Muda Menghormati.
Dari Syair pun penulis sangat kagum dengan maknanya, Meski
penulis belum menikah,Tapi impian penulis mempunyai Kelurga yang
Sakinnah,Mawaddah, Warohmah, , Maslahah Wa Mubaadallah. kita sama-sama berdo’a
semoga Keluarga kita nanti bisa menerapkan Prinsip Mubadalah. Aamiin Allahumma
Aamiin
Itulah Catatan penulis di Halal Bi Halal Mubadalah pada
Selasa 16 Juni 2020. MasyaAllah, Tuh kan Keren-keren semua yang menyampaikan di
HLB Mubadalah ini, Bagaimana penulis tidak berbahagia coba? mendapatkan ilmu
yang sangat luar biasa dari Para Tokoh, Pak Kiayi, Bu Nyai dan Para Sahabat
Mubadalah. Alhamdulillah meski hanya Virtual tapi ilmunya sangat Keren dan
Bermanfaat.
Terimakasih seluruh Sahabat Mubadalah.
Jangan Lupa Tepuk Mubadalah.
“Mari menjadi bagian dari Kebaikan”
Tepuk Mubadalah:
Keadilan kesalingan pondasinya
Saling cinta saling sayang saling setia
Aku adalah kamu, kamu adalah aku,
Bahagia dan membahagaiakan.
Salam Tadzim,
Fuji Nur Pauziah

Komentar
Posting Komentar