Hari Lahir Sang Proklamator Sejati
Hari Lahir Sang Proklamator Sejati
6 Juni 1901- 6 Juni 2020
119 tahun yang lalu di Surabaya telah lahir seorang anak lelaki bernama Koesno Soesrodihardjo dari pasangan suami istri Raden Soekemi Soesrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.
Koesno Sosrodihardjo yang kemudian berganti nama menjadi Soekarno atau akrab dengan sebutan Bung Karno merupakan salah seroang bapak pendiri bangsa yang menghabiskan sebagian besar masa hidupnya untuk berpikir dan berjuang atas nama kemerdekaan bangsa Indonesia.
Bung hari ini tepat 119 tahun dari kelahiranmu sungguh aku merindukanmu,
Puisi ini mewakili kegundahkan Hati dan Kerinduanku padamu Bung.
BERKATA PADA BUNG
Karya : Fuji Nur Pauziah
Bung, sudah sejak lama aku merindu hadirmu
Aku hendak bercerita padamu
Tentang negeri ini
Bumi Pertiwi yang kita cintai
Negeri ini telah dirimu perjuangkan
Dengan keringat dan darah yang tertumpahkan
Dengan penuh keikhlasan
Demi sebuah kemerdekaan
Bung,
Kini banyak yang telah melupamu
Bisakah dirimu bangkit dari tidur indahmu, walau sesaat saja?
Untuk temaniku bercengkerama mengulas perjuangan para pahlawan
Agar mereka yang telah lupa terhadapmu, tahu bahwa Indonesia lahir dari rahim perjuangan
Kini,
Generasi silih berganti
Tapi tetap tak boleh berganti ideologi
Pancasila harus terus selalu diamalkan
Pancasila harus terus menjadi ruh kehidupan
Bung,
Dirimu-lah sang proklamator sejati
Yang menyatukan bangsa ini
Yang banyak memberikan teladan kepada kami
Perjuanganmu, Bung, terukir abadi.
Kupersembahkan untuk mu Bung !
Sebagai pendiri bangsa dan Proklamator/Presiden RI pertama banyak tulisan yang mengisahkan sosok Bung Karno, mulai dari kisah masa kecilnya, masa perjuangan, masa kejayaan, himgga masa keterpurukannya.
Dari sekian banyak tulisan mengenai Bung Karno, salah satu tulisan yang menarik adalah tulisan "Soekarno Head to A Nation" yang menjadi artikel utama majalah Newsweek terbitan 15 Februari 1965.
Sebuah tulisan faktual yang mengisahkan kebijakan Bung Karno di tahun-tahun yang dikenal sebagai "A Year of Living Dangerously", masa dimana terjadi pertarungan politik memperebutkan kekuasaan yang dipimpin Partai Komunis Indonesia.
Dalam majalah bersampul coklat yang menampilkan foto Bung Karno dalam pakaian kebesaran, lengkap dengan atribut dan tanda jasa serta peci hitam, diceritakan mengenai sikap Bung Karno sebagai pemimpin tertinggi di Indonesia yang flamboyan, penuh kharisma, dan memiliki personalitas yang kompleks.
Newsweek menyebutkan bahwa Bung Karno merupakan seorang pemimpin yang telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang diegenai, tidak saja di Asia Tenggara, namun juga dunia.
Di bawah kepemimpinan Bung Karno, Indonesia sangat percaya diri dengan potensi yang dimiliki dan mempergunakan potensinya tersebut untuk melaksanakan kebijakan politik luar negeri yang bebas dan aktif dengan tegas dan penuh percaya diri.
Menurut Newsweek, salah satu bentuk kepercayaan diri Bung Karno diperlihatkan ketika ia mengumumkan bahwa Indonesia akan memiliki bom atom sendiri pada akhir tahun 1965. Sebuah pengumuman yang sontak saja memunculkan kekhawatiran di dunia Barat.
Di tengah meluasnya pengaruh dan ancaman komunisme di Asia Tenggara, dunia Barat. khawatir Indonesia akan menjadi salah satu ancaman terhadap stabilitas keamanan dan perdamaian di Asia Tenggara, selain ancaman komunisme dari China.
Newsweek juga menuliskan fakta bahwa Bung Karno kemudian tergusur dari puncak kekuasaan pasca pemberontakan Partai Komunis Indonesia pada 30 September 1965.
Namun demikian, tergusurnya Bung Karno dari puncak kekuasaan tidak mengurangi pengakuan dan penghargaan masyarakat Indonesia terhadap kontribusinya yang sangat besar dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kontribusi Bung Karno yang sangat besar dalam mewujudkan NKRI patut digarisbawahi, apalagi mengingat bahwa di hari-hari belakangan ini terdapat kecenderungan terjadinya pelemahan terhadap NKRI. Kurang kuatnya penegakan hukum, meningkatnya sikap intoleran, terjadinya konflik SARA dan golongan serta munculnya radikalisme merupakan beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya pelemahan NKRI.
"Juni Bulan bung karno"
Bulan ini, tepat Bung Karno berumur 119 tahun. Bulan Juni, Bulan yang mempunyai arti khusus bagi kebanyakan orang. Bahkan, banyak orang menyebut bulan Juni sebagai "Bulan bung karno". Ada banyak alasan yang mendasari mengapa bulan Juni dianggap sebagai Bulan-nya Bung karno.
Tanggal 1 Juni itu kemudian dijadikan sebagai peringatan hari lahirnya Pancasila. Kaitan Bung Karno dengan Juni yang lain adalah tanggal wafatnya. Ia presiden pertama, proklamator, pahlawan nasional, Bapak Marhaenisme, dan Penyambung Lidah Rakyat yang menghadap Sang Khalik pada 21 Juni 1970. Bulan Juni, Bulan Spesial bagi rakyat Indonesia yang mengharapkan pemimpin masa kini yang kapasitas kepemimpinannya sekaliber Bung Karno. Atau minimal mendekati beliau.
Mengutip Roso Daras, dalam bukunya "Total Bung Karno" "Bung Karno adalah manusia multidimensi, manusia dengan banyak sisi, versi, teka-teki, dan misteri". Bung Karno adalah Inspirasi. Pendiri republik, negarawan, seniman, arsitek, budayawan, dan pemuja keindahan.
Bung Karno sebagai teladan sikap pemimpin yang percaya diri. Beliau tidak mau bangsanya diintervensi dan dihujat bangsa-bangsa lain. Hingga julukan sebagai presiden "Penyambung Lidah Rakyat" disematkan pada beliau.
Hingga wafatnya pada 21 Juni 1970, Soekarno pun meninggalkan begitu banyak kenangan berharga untuk bangsa Indonesia.
Di antaranya adalah kata-kata Soekarno yang selalu didengungkan dan sudah tersebar luas.
1. "Kemerdekaan barulah Kemerdekaan sejati, jikalau dengan kemerdekaan itu Kita menemukan kepribadian kita sendiri."
2. "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."
3. "Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."
4. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali."
5. "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
6. "Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan."
7. "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang."
8. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya."
Terima kasih atas jasamu membangun NKRI. Semoga apa yang telah kau dan para pendiri bangsa lainnya lakukan untuk membangun dan menegakkan NKRI dapat diteruskan oleh seluruh anak bangsa.
Selamat Hari Lahir Sang Proklamator Sejati, Perjuanganmu Terukir Abadi.
Salamku,
yang merindukanmu
Fuji Nur Pauziah

Bung,
BalasHapusbenar katamu bahwa kita akan melawan bangsa sendiri...
contohnya mengontrol dan melawan anakmu sendiri yang sekarang ada di DPR RI
Mari kita ingatkan bersama untuk kemaslahatan bangsa. 🙏
HapusBagus Tehh, jadi mengingat lagi tentang bung karno yang mungkin sudah mulai rapuh dalam ingatan rakyat. Terima kasih sudah mengingatkan kembali tentang perjuangan😊
BalasHapusTerimakasih juga sudah membaca sekedar coretan ini, Semoga kita menjadi salah satu penerus Perjuangan
HapusBung, tak ada lagi yang sepertimu hari ini di dunia..
BalasHapusAkan ada dan lahir kembali generasi Bung Karno yang meneruskan Perjuangan Bangsa.
HapusSemoga kita salah satu generasinya.